Tuesday, 2 February 2016

Bupati Taput Nikson Nababan Blusukan Ke Perkampungan Warga

Sudah seharusnya para pemimpin itu terjun langsung kelapangan untuk melihat secara langsung kejadian-kejadian yang dialami oleh masayarakat. Tapi terkadang Pemimpin terjun kelapangan hanya ketika terjadi sesuatu musibah dan tidak jarang kejadian seperti ini dibuat sebagai ajang Pencitraan, karena selama ini tidak pernah turun ke tengah-tengah pemukiman warga. 
 
Seperti kejadian sekarang ini Bupati Taput Tinjau Lokasi Rumah Tidak Layak Huni bersama Tim Kementerian PU & Perumahan Rakyat dan mengunjungi kembali korban Banjir Bandang

Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan meninjau beberapa lokasi untuk pengembangan Kawasan Pemukiman dan Pedesaan di beberapa lokasi, mulai dari lokasi agropolitan di Desa Hutabulu Kecamatan Siborongborong dan selanjutnya langsung menuju lokasi pemukiman masyarakat korban musibah banjir bandang Kecamatan Purbatua bersama Tim dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Bupati Taput dan Tim Kementerian langsung berkunjung dari rumah kerumah dan melihat langsung kondisi rumah masyarakat, Senin (01/02).

“Saya mau Tim dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat melihat langsung kondisi masyarakat di Tapanuli Utara, terutama masyarakat Kecamatan Purbatua yang tertimpa musibah, dimana rumah-rumah mereka sudah banyak yang tidak layak huni. Program Pemerintah Pusat bedah rumah tidak layak huni akan kita giring dan kita lobby untuk lebih banyak di Kabupaten Tapanuli Utara. Dengan membawa langsung tim dari Kementerian maka akan bisa melihat langsung pemukiman masyarakat yang tidak layak lagi untuk dihuni, saya yakin dengan melihat langsung, tim langsung dapat mengalokasikan dana bedah rumah di Tapanuli Utara dalam jumlah banyak,” ujar Bupati Tapanuli Utara mengawali sambutannya.

Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa dengan menggiring tim ini turun langsung ke Kecamatan Purbatua akan membuahkan hasil yang lebih baik dan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara dapat lebih banyak menikmati bedah rumah. “Saya sangat ingin masyarakat dapat menikmati pembangunan dengan secepatnya, masyarakat merasakan kehadiran pemerintah melalui infrastruktur, bantuan di bidang pertanian dan juga bedah rumah dari Pemerintah Pusat,” ujar Bupati menambahkan. 

“Di samping meninjau perumahan dan pemukiman masyarakat untuk program bedah rumah, tim juga sebelumnya meninjau lokasi agropolitan di Kecamatan Siborongborong untuk meninjau guna mendesign gudang pendingin bagi hasil pertanian. Ini juga bagian dari usaha pemerintah untuk mewujudkan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan. Di samping semua program yang ada, seperti alat berat untuk membuka lahan pertanian, traktor mengolah lahan pertanian, pembukaan jalan, kita juga akan berusaha secepatnya membangun gudang pendingin bagi hasil-hasil pertanian apabila harga kurang mendukung, sehingga dapat disimpan untuk sementara waktu tetapi tetap terjaga kesegarannya hingga harga kembali stabil dan tidak merugikan petani, kita berharap ini juga dapat segera terwujud,” ujar Bupati mengakhiri. 

Selanjutnya Ir. Juhari Sianturi selaku Kasatker Pengembangan Kawasan Permukiman Sumatera Utara dan Airin Syahputri Harahap Kaseksi Pengembangan Kawasan Permukiman Pedesaan menyampaikan bahwa tim ini akan berusaha semaksimal mungkin membantu Kabupaten Tapanuli Utara karena memang masih banyak rumah yang tidak layak huni. “Kita akan berusaha membantu secara maksimal pak, kita sudah melihat langsung saat ini, kawasan pemukiman pedesaan mulai dari Kecamatan Siborongborong dan Kecamatan Purbatua ini yang memang saat ini dalam situasi baru dilanda bencana banjir bandang. Bagi yang memang layak untuk dibedah akan dibedah sesuai dengan data yang diajukan Dinas Cipta Karya Tapanuli Utara,” ujar Airin mengakhiri.

Pada kesempatan yang sama, ketika berkunjung dari rumah ke rumah, Bupati juga singgah di satu rumah yang memiliki 3 (tiga) anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Bupati langsung bertindak dan memerintahkan Dinas Sosial untuk mengirim pasien tersebut ke rumah sakit Jiwa dan membantu semaksimal mungkin demi kesembuhan ketiga orang tersebut.

Bersama Tim Kementeriaan, Bupati Taput juga meninjau langsung kelokasi sumber banjir bandang yang telah dibersihkan hari ini dengan cara gotong royong yang dipimpin oleh Kadis PUK Anggiat Rajagukguk bersama unsur UPT Pendidikan, UPT Kesehatan dan unsur Kantor Camat Purbatua untuk menghindari terjadinya lagi banjir bandang.

Turut mendampingi Bupati Taput Kepala Bappeda Indra Simaremare, Kadis PUK Anggiat Rajagukguk, Kadis Sosial Maruap Tobing, Kadis Cipta Karya diwakili, Kepala Bencana SDV. Sihombing, Kabag Humas dan Keprotokolan Donna Situmeang, Camat Purbatua Konstant Panjaitan.
 
Mudah-Mudahan hal seperti ini tetap di pertahankan... hanya saja, jangan karena ada suatu musibah baru pemimpin itu turun seolah-oleh perhatian. selama ini kemana..????? 
 
Berikut Foto-Foto Blusukan Bupati Taput
Bupati Taput Nikson Nababan Blusukan Ke Perkampungan Warga

Bupati Taput Nikson Nababan Blusukan Ke Perkampungan Warga

Bupati Taput Nikson Nababan Blusukan Ke Perkampungan Warga

Bupati Taput Nikson Nababan Blusukan Ke Perkampungan Warga
 

Monday, 1 February 2016

[Korupsi] Kepala Sekolah SMP Swasta Budi Utomo di Penjara 2 Tahun

Korupsi sudah menjadi hal yang lumarah di Negara Indonesia ini... mulai dari Pejabat pemerintah tertinggi [Presiden / Mahkamah Agung] sampai dengan terendah yaitu Kepling / Lurah / kepala Desa.

Anehnya Hukuman berupa penjara yang diberikan kepada tersangka Korupsi tidak membuat jera untuk tidak korupsi lagi dan juga tidak buat jera buat yang lain supaya tidak korupsi lagi. 

Seperti Kepala Sekolah SMP Swasta Budi Utomo, Cikampak, Labuhanbatu Selatan, Yayuk Suprapti hanya bisa tertunduk saat majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun. Ia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada pembangunan rehabilitasi gedung di sekolah tersebut dengan kerugian negara sebesar Rp177 juta, Senin (1/2/2016).

Selama mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim, wanita yang menggunakan kacamata hanya meratap ke arah bawah. Sesekali dia meremas-remas jarinya.

Didik Setyo Handoko dalam pembacaan amar putusan menyatakan, bahwa terdakwa Yayuk Suprapti terbukti bersalah dengan melakukan tindak pidana korupsi.

"Menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar perbuatan melanggar hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun, denda Rp 50 juta dan apabila tidak dapat membayar akan diganti hukuman selama satu bulan penjara," ucap Didik di ruang Cakra VI di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

Selain hukum penjara, terdakwa Yayuk Suprapti juga dibebankan membayar uang pengganti (up) sebesar Rp 177 juta. Apabila tak dapat membayar uang kerugian negara tersebut, terdakwa terpaksa lebih lama mendekam dalam penjara selama tiga bulan kurungan. 

http://hukumperdatadanpidana.blogspot.co.id/


Menanggapi putusan tersebut, wanita yang mengenakan jilbab hitam dan baju putih ini menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rizky Dermawan. Hakim menjerat terdakwa Yayuk dengan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat ke 1 ke-1 KUHPidana (dakwaan subsider JPU). Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman enam tahun enam bulan penjara. JPU juga membebankan denda kepada Yayuk Rp 250 juta subside enam bulan kurungan. Sementara untuk UP, JPU sama dengan hakim membebankan Rp 177 juta subsider tiga tahun enam bulan kurungan

Ketika Bentrokan Anggota Ormas PP MERENGEK di Tangkap Polisi

Pasca Bentrokan antara Ormas PP dan IPK, Pihak kepolisian langsug terjun kelapangan dan mengamankan para ormas yang terlibat dalam bentroka.  Tapi ada kejadian yang sangat lucu yaitu ketika Polisi hendak menangkap seorang Kader Ormas OKP Pemuda Pancasila yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu dan alat isap MRENGEK saat ditangkap Personel Kepolisian, Minggu (31/1) Lapangan Benteng Medan.

Sontak kejadian ini membuat para polisi tertawa... Katanya preman... kok merengek..... 

Terbukti bahwa semua ormas-ormas yang ada selalu bergaya preman dan anarkis, maka tidak sedikit pendapat-pendapat para masyarakat yang kita baca di Media Sosial yaitu Facebook (FB) banyak yang mengatakan BUBARKAN ORMAS ANARKIS dalam hal ini PP dan IPK.

Semoga pendapat dan juga hujatan masyarakat ini di terima para petinggi Kepolisian agar Ormas-Ormas yang bergaya Preman Lontong ini yang merusak generasi muda Indonesia dapat segera mungkin di bina dan kalai tidak bisa lagi di bina maka dibinasakah seperti kata salah seorang pengguna FB berinisial EL:


OKP itu bkn Organisasi Kumpulan Preman...
PP itu bukan Pemuda Preman
IPK itu bukan Ikatan Preman Karya

lantas knp bersikap Anarkis...
OKP ini perlu dibina utk bisa berfungsi mengawal pembangunan bangsa ini
jika tdk bisa lg dibina
dibinasakan aja....


 

Pengedar Narkoba Briptu Eriawan Satardo Simarmata Dihukum 12 Tahun

Mirisnya Negara Kita ini... dimana Penegak Hukum menjadi Pengedar Narkoba yang merupakan barang yang sangat di larang, kali ini terdakwa pengedar narkoba, Briptu Eriawan Sotardodo Simarmata, anggota Kepolisian Polres Pematangsiantar dihukum penjara 12 tahun oleh Pengadilan Negeri Siantar, Senin (1/2/2016).

"Saudara Eriawan Sotardodo Simarmata terbukti bersalah dan dihukum 12 tahun penjara dengan denda Rp 1 M," sebut Hakim Pasti Tarigan saat membacakan putusan.

Dalam persidangan ini, menyikapi putusan majelis hakim Jaksa Penuntut Umum, Secsio Jimec menuturkan pikir-pikir untuk melakukan banding.

"Kami pikir-pikir dahulu," sebut Jimec.

Pengacara Sotardodo, Ikmah Anita Siregar, menyatakan pihaknya akan banding.

"Putusan majelis hakim sangat bijaksana. Namun menyikapi putusan ini kami langsung menyampaikan bahwa kami akan melakukan banding," sebutnya.

Menurut Hakim Pasti, hal yang memberatkan bagi Briptu Sotardodo yaitu, yang bersangkutan adalah polisi dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Sementara hal-hal yang meringankan yaitu yang bersangkutan tidak pernah dihukum dan berperilaku sopan selama persidangan.

http://hukumperdatadanpidana.blogspot.co.id/

Briptu Sotardodo terbukti bersalah melanggar UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika golongan satu pasal 112 ayat 2. Dakwaan jaksa menyebutkan, Sutardodo ditangkap pada Rabu 3 Juni 2015 di Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat. Ia terlibat sebagai perantara jual beli narkotika.

Mudah-Mudahan dengan hukuman yang diberikan kepada Eriawan Satardo Simarmata  ini bisa menjadi pukulan keras buat para penegak hukum lainnya dan juga pelajaran untuk tidak menyalahgunakan jabatan. 

Monang hutabarat Ketua IPK Yang Tewas Akibat Bentrok dengan PP Dikebumikan

Pasca betrokan antara Ormas Pemuda Pancasila dengan Ikatan Pemuda karya yang menewaskan salah satu Ketua Ormas IPK yaitu Monang Hutabarat. kini jenazah seorang korban bentrok antarorganisasi kepemudaan (OKP), tersebut telah dikebumikan oleh keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sutomo, Minggu (31/1/2016) pada pukul 13.00 WIB. 
 
Nampak di depan Rumah korban terpampang Papan Bunga mengucapkan belasungkawa dari berbagai pihak termasuk dari Pimpinan IPK, Kesedihan sangat jelas terlihat di wajah keluarga yang di tinggalkan. 
 
Almarhum Monang Hutabarat meninggalkan Lima Orang anak dan satu Istri. Seorang keponakan almarhum yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa jenazah Monang telah disemayamkan selepas salat zuhur. Monang menjabat Ketua Ranting Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kelurahan Durian yang tewas pasca bentrokan, Sabtu (30/1/2016).

"Sehabis zuhur tadi sudah dikebumikan di Jalan Sutomo," ujarnya saat dijumpai di rumah duka Jalan Gaharu Lorong 1. Keluarga beserta kerabat almarhum Monang masih berkumpul di rumah duka. Sedangkan istri Monang, Ros, belum dapat dimintai keterangan terkait peristiwa nahas tersebut.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antarormas terjadi pada Sabtu (30/1/2016) kemarin. Akibat bentrokan tersebut, beberapa orang dikabarkan terluka dan di antaranya meninggal dunia.
 

Saturday, 30 January 2016

Olo Panggabean Sang Misterius Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK)

The Real GOD FATHER “OLO PANGGABEAN” FROM SUMUT In Inspiration Story

Saya (penulis) kebetulan kenal dekat dengan Drs. Dohar Malik Panggabean salah satu kepercayaan Olo Panggabean semasa hidupnya dan masih satu kampug degannya yaitu di tepatnya di Desa Simasom Kec. Pahae Julu Kab. Tapanuli Utara. Setelah saya melakukan wawancara dengan Dra. Dohar Malik Panggabean tentang liku-liku kehidupannya. 

Kalau kita Search di Google saya rasa sangat sedikit gambar Bang Olo Panggabean yang kita dapat, tapi kali ini bang Drs. Dohar Malik Panggabean menunjukkan foto mereka berdua sebagai kenangan mereka. 

http://hukumperdatadanpidana.blogspot.co.id/2016/01/olo-panggabean-sang-misterius-ketua.html
Bang Olo Panggabean (+) (Kiri) dengan Drs. Dohar Malik Panggabean (Kanan) [Masih Hidup]
    

Menuut Keterangan bang Drs. Dohar Malik Panggabean.... Pak Ketu “Olo Panggabean” adalah legenda, khususnya di Sumatra Utara. Hampir semua warga Sumut pernah mendengar namanya walau tak pernah bersua dengannya. Tahun 90-an ketika saya masih SMP, kawan sebaya saya menyebut nama Olo Panggabean dengan bangga dan kagum.


Jika saat itu ditanya, Olo itu seperti apa, dalam benak saya adalah sosok yang misterius, kaya raya, tak berumahtangga, mafia judi. Kira-kira itulah gambaran warga Sumut terhadap Olo. Ketika membaca feed detik.com di blog saya bahwa sang God Father sudah berpulang, saya kaget. Sebab meski saya asli Sumut saya kurang mengikuti perkembangan Olo.


Uniknya ketika saya mencoba mencari gambar pria kelahiran Tarutung 24 Mei 1941 ini, nyaris tak ada dalam indeks google. Hanya satu gambar yang terindeks oleh Google itupun foto ukuran kecil ketika Olo menyambut si kembar Anggi dan Anjeli paska operasi. Olo Panggabean memang benar-benar misterius. Berikut tulisan seputar berpulangnya Pak Katua yang saya ambil dari blog Media Surat Tongosan.

Olo Panggabean Sang Dermawan Itu Telah Berpulang.

(Medan)Telepon selular SP pada Kamis (30/4) sejak pukul 10.30, berdering tidak seperti biasanya. Pasalnya berbagai kalangan dari berbagai profesi di kota Medan, Jakarta hingga Surabaya, menelepon atau meng-sms, mengajukan satu pertanyaan yang sama; “Benarkah Olo Panggabean telah meninggal?.” Sebuah reaksi merespon kabar yang tampaknya telah tersiar cepat hingga ke pelosok negeri. Padahal tokoh pemuda Sumatera Utara (Sumut) kharismatik yang dijuluki ”Ketua” tersebut, masih dirawat intensif di RS Mount Elizabeth Hospital, Singapura, namun keadaan kritis.

Selama tiga hari terakhir, Olo sempat beberapa kali mengalami koma karena komplikasi penyakit antara lain gula dan ginjal. Atas permintaan keluarga, karena kondisi tidak lagi memungkinkan, Olo Panggabean dibawa kembali ke kampung halamannya.

Olo dibawa mengunakan pesawat khusus medivac (medical evacuation flight) dan tiba di Polonia Medan sekitar pukul 13.30.

Ia kemudian di bawa menuju Rumah Sakit Gleneagles Medan Jalan Listrik Medan. Namun sekitar pukul 14.15, Olo menghembuskan nafas terakhirnya. ”Pihak keluarga meminta karena kondisinya sudah tidak lagi memungkinkan, sehingga beliau (Olo-red) di bawa kembali ke kampung halaman. Namun pukul 14.15, beliau meninggal,”kata Panugari Panggabean, salah seorang sanak keluarga Olo Panggabean kepada SP, Kamis (20/4) siang.

Ibarat virus, khabar meninggalnya Olo Panggabean langsung menggema di seantro kota Medan dan sekitarnya. Ribuan orang, mulai dari tukang becak, pegawai, aparat kepolisian maupun militer, terlihat memadati sekitar rumah duka yang dikenal dengan sebutan ”Gedung Putih.”

Mereka berkerumun hendak menunggu kedatangan jenasah tokoh fenomal yang dikenal dermawan dan kontroversial tersebut. Ratusan bunga papan turut berduka cita memenuhi sepanjang Jalan Sekip Medan hingga ke Gatot Subroto Medan. Sebenarkah siapakah Olo Panggabean?

Sosok Misterius
Olo Panggabean, lahir di Tarutung pada tanggal 24 Mei 1941. Pria bernama lengkap Sahara Oloan Panggabean, merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Namanya begitu terkenal, meski bagi banyak kalangan sosoknya teramat misterius.

Pada masa hidupnya, untuk menemui atau hanya melihat sosok ”Ketua” itu bukanlah perkara gampang. Hanya orang-orang tertentu yang tahu keberadaannya di suatu tempat, itupun dengan pengawalan berlapis-lapis yang selalu mengitari kemanapun dia pergi. Sang ”Ketua” itu pun selalu menghindari wartawan. Dia bahkan pernah memberikan uang kepada wartawan untuk tidak mewawancarai ataupun mengabadikan dirinya melalui foto. Sehingga jangan heran jika banyak kalangan masyarakat yang terkejut dengan kepergiannya jika masih diliputi penasaran dengan sosok Olo Panggabean tersebut.

Memang dalam pertemuan SP dengan Olo Panggabean di salah satu kota Medan, beberapa tahun lalu, sosoknya sangat bertolak belakang dari sebutannya yang dikenal sebagai ”Kepala Preman.” Perawakannya seperti orang biasa dengan penampilan yang cukup sederhana. Ia hanya mengunakan sebuah jam tangan emas tanpa satupun cincin yang menempel di jarinya. Sorot matanya terlihat berair seperti mengeluarkan air mata, tetapi memiliki lirikan yang sangat tajam. ”Jangan panggil saya Pak. Panggil saja Bang, soalnya saya kan sampai sekarang masih lajang,”ujar Olo sambil tertawa, menunjukkan gigi kanan atas yang sudah mulai ompong. Meski begitu, pengawal rata-rata bertubuh besar berkumis tebal dengan kepalan rata-rata sebesar buah kelapa.

Olo Panggabean merupakan tokoh pemuda Sumut berpengaruh yang kharisma sekaligus kontroversi. Keterlibatan Olo dalam kepemudaan, telah dirintisnya semenjak ia menjadi anggota Pemuda Pancasila (PP) di bawah kepemimpinan HMY Effendi Nasution alias Pendi Keling, pada tahun 60-an. Pada saat itu Olo memulai karier sebagai debt collector. Perlahan namanya dikenal banyak orang dan mulai dijadikan sandaran bagi kalangan pengusaha sebagai backup terhadap gangguan kekerasan.


Pada 28 Agustus 1969, bersama beberapa temannya, Olo Panggabean membentuk organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang diberi nama Ikatan Pemuda Karya (IPK).


Melalui IPK Olo kemudian membangun ”kerajaannya” yang sempat malang melintang di berbagai aspek kehidupan di Sumut dan menghantarkannya dengan julukan ”Ketua.” Selain kerap disebut ”Kepala Preman”, yang dikaitkan dari nomor seri plat kendaraannya yang seluruhnya berujung ”KP”, Olo juga dikenal orang sebagai ”Raja Judi” yang mengelola perjudian di Sumut. Namun segala hal tersebut, belum pernah tersentuh atau dibuktikan oleh pihak yang berwajib. Terasa, tapi tidak teraba.


Olo Panggabean pernah beberapa kali terlibat masalah dengan kepolisian. Pada tahun 1999, rumah Olo di Medan Barat pernah diberondong anggota Brigade Mobil (Brimob). Pada pertengahan 2000, Olo juga dikabarkan menerima perintah panggilan dari Jenderal Sutanto, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut terkait masalah perjudian. Namun panggilan tersebut dikabarkan ditolak Olo Panggabean, dengan hanya mengirimkan seorang wakil sebagai penyampai pesan. Ketika Sutanto menjabat sebagai Kepala Kepolisian RI (Kapolri) tahun 2005 dengan program pemberantasan judi, berbagai ”bisnis” Olo Panggabean dikabarkan mengalami banyak penurunan. Meski demikian bukan berarti kekuatan finansial-nya, hilang begitu saja. Olo juga dikabarkan sempat mengelola bisnis properti dan real estate di kota Medan. Seiring perjalanan waktu, perlahan-lahan ”kerajaan” yang dibangun Olo Panggabean mulai memudar disamping kondisi kesehatannya yang memburuk.

Pada akhir 2008, Olo Panggabean yang kembali harus berurusan pihak polisi. Namun kali ini, kasusnya berbeda yakni untuk melaporkan kasus penipuan terhadap dirinya oleh sejumlah rekannya dalam kasus jual beli tanah sebesar Rp 20 miliar di kawasan Titi Kuning, Medan Johor.


Sang Dermawan

Terlepas dari berbagai persoalan tersebut, sosok Olo Panggabean dikenal banyak masyarakat sebagai tokoh yang sangat dermawan. Ia kerap ”menabur” uang di berbagai kegiatan yang dihadirinya. Sehingga jangan heran jika masyarakat berbondong-bondong hadir untuk dekat dengannya. Tidak sedikit pula yang kagum termasuk bercita-cita sepertinya. Tidak itu saja, Sang ”Ketua” juga tidak sungkan-sungan memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Salah satu contoh, operasi kembar siam Anggi-Anjeli, bayi kembar siam asal Desa Serbelawan Kec Dolok Batu Nanggar Kab Simalungun, yang dibiayainya untuk operasi ke Singapura. ”Saya sangat merasa kehilangan dengan Pak Olo karena berkat kepedulian beliaulah kami sekeluarga bisa melihat anak saya lebih lama,”kata Sobari, ayah Anggi-Anjeli ketika dihubungi SP, Kamis (30/4).


Hal itu pula yang diakui oleh Gubernur Sumut Syamsul Arifin yang merasa kehilangan dengan meninggalnya tokoh pemuda tersebut. “Selama ini, Bang Olo merupakan tokoh pemuda yang dermawan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sosial masyarakat. Olo juga sering memberikan bantuan kepada mereka yang putus sekolah. Jadi kita tentu sangat kehilangan beliau,”kata Syamsul.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumut Anuar Shah alias Aweng mengaku bahwa Olo Panggabean merupakan tokoh pemuda senior yang sangat menghargai para juniornya. “Kesan saya kepada beliau seperti itu. Beliau sangat menghormati juniornya meski terkadang kita berseberangan,”ujar Aweng.

Menurutnya, kalaupun selama ini antara organisasi yang dipimpinnya dan organisasi yang dibesarkan Olo Panggabean kerap terjadi bentrok, merupakan hal yang lumrah dalam persaingan organisasi yang bergerak di bidang dan di wilayah yang sama.

“Tetapi kami tetap menganggap beliau sebagai senior. Karena sampai detik kepergiannya, beliau belum pernah menyatakan keluar dari keanggotaan PP,”kata


Aweng berharap, pengganti Olo Panggabean nantinya dapat bersama-sama meneruskan yang dicita-citakan Olo Panggabean. “Cita-cita beliau seingat saya adalah bagaimana memperjuangkan masalah “perut” anggota. Untuk itu mari duduk bersama dalam mengkaryakan anggota,”kata Aweng. Selamat Jalan Ketua…


Selamat Jalan Sang "Jenderal Lapangan"....

Pelayat datang silih berganti sampai lewat larut tengah malam. Mulai dari pejabat pemerintahan, kepolisian, militer sampai dengan wartawan. Tidak hanya itu, rakyat miskin pun tidak mau ketinggalan. Sama seperti pejabat tadi, mereka turut memberikan penghormatan terakhir kepada sang legendaris, Olo Panggabean.


Tokoh kharismatik yang dikenal sangat dermawan ini disemayamkan di kediaman Jl Sekip No. 36, Kecamatan Medan Barat, Sumatera Utara (Sumut). Rumah yang dikenal dengan istilah “Gedung Putih” itu, salah satu dari kediaman anak ketujuh dari delapan bersaudara ini, buah hati pasangan suami istri almarhum Friedolin Panggabean dan Esther Hutabarat.


Gedung ini memiliki cat berwarna putih, sama sekali tidak pernah luput dari perhatian masyarakat setiap melintas, yang sekitar tahun 2000 – an lalu, pernah diberondong peluru oknum aparat kepolisian. Saat ini, di kawasan itu dianggap sebagai salah satu daerah paling aman, yang tidak pernah ada gangguan, pengutipan uang di kalangan masyarakat.


Olo Panggabean meninggal dunia sebulan sebelum genap berusia 68 tahun. Pria kelahiran 24 Mei 1941, yang memiliki nama lengkap Sahara Oloan Panggabean ini, sangat banyak meninggalkan kenangan. Sehingga, tidak sedikit orang yang merasa kehilangan. Apalagi, namanya sudah cukup dikenal. Mulai dari anak kecil, dewasa sampai ke pejabat negara.


“Dia meninggal dunia karena penyakit yang sudah komplikasi. Salah satunya adalah penyakit gula (diabetes). Penyakit beliau ini sering kambuh. Senin kemarin dia dibawa berobat oleh keluarganya ke Singapura,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Karya (DPP IPK), Darwin Syamsul Samah di rumah duka.


Pagi sebelum meninggal dunia, pendiri organisasi IPK tahun 1969 itu, kepada keluarganya minta dibawa pulang. Kemudian oleh keluarganya, Olo pun dibawa pulang dengan menumpang pesawat khusus medivac (medical evacuation flight) LR 35 A/HS-CFS milik maskapai Thai Flying. Pesawat ini mendarat sekitar pukul 13.34 WIB di Bandara Polonia Medan.

Pesan
Dalam kondisi kritis, dibantu alat pernafasan melalui selang oksigen, Olo Panggabean langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Gleni Jl Listrik Medan. Sebelum meninggal, almarhum banyak menitipkan pesan untuk dilaksanakan nantinya. Salah satunya, Olo minta dimakamkan satu kuburan dengan kedua orangtua berserta saudara – saudaranya.

Almarhum akan dikebumikan di Pekuburan Kristen Taman Eden kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu nanti. Proses persemayaman di rumah duka, memakan waktu sampai tiga hari karena masih banyak keluarga, kerabat maupun sahabat terdekat, yang belum datang. Selain untuk masyarakat di daerah ini, pesan itu juga diamanahkan kepada seluruh organisasi kepemudaan.

“Beliau berpesan kepada kami mewakili IPK, bersama dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dan pemuda, agar tetap menjaga situasi kondusivitas Sumatera Utara. Jangan sampai ada lagi organisasi yang terlibat dalam pertikaian, apalagi menjelang pemilihan presiden mendatang. Daerah ini harus maju, masyarakat hidup rukun dan damai,” katanya.

Menurut Darwin, amanah tersebut sudah menjadi kewajiban untuk mereka jalankan. Tidak hanya itu, Olo yang akrab dipanggil dengan sebutan “Pak Ketua” ini juga memberikan pesan lain, sama seperti ketika dia semasa hidupnya, tanpa pamrih memberikan bantuan kepada orang susah. Baik itu bantuan yang bersifat moril maupun materil.


“Insya Allah, segala apa yang disampaikan almarhum sesaat sebelum meninggal dunia, nantinya tetap kami jalankan. Kami juga akan berusaha untuk melaksanakan kegiatan sosial, melanjutkan misi kemanusiaan yang sudah lama ditanamkannya. Kami tetap berusaha untuk menjaga nama baiknya, berbuat untuk masyarakat,” imbuhnya.

Tanda Terakhir
Sebelum meninggal, lajang tua ini memang sudah banyak memberikan tanda – tanda. Bahkan, setahuan yang lalu, persisnya di bulan November 2008, almarhum sudah memberikan sinyal kepada mantan Ketua DPP IPK Moses Tambunan, teman bicaranya. Olo sudah menyatakan kesiapan dirinya untuk menghadap Sang Pencipta.

“Dia mengaku sudah membeli lahan untuk dikuburkan bersama kedua orangtua beserta saudara – saudaranya di Taman Eden. Bahkan, saat perayaan Hari Paskah bulan April kemarin, dia mengajak saya untuk berjumpa, sekadar bercerita saja. Tidak banyak yang disampaikannya, selain hanya memberikan ucapan Selamat Paskah,” kata Moses mengingat.

Moses menyampaikan, belum ada sosok yang dapat mengimbangi kebaikan Olo Panggabean. Kemuarahan hati dalam setiap menolong orang tanpa banyak melakukan pertimbangan. Jumlah orang yang sudah dibantunya diperkirakan mencapai jutaan orang. Tidak sedikit orang yang berhasil atas bantuan almarhum semasa hidupnya.

“Banyak sekali yang sudah berhasil. Ada yang sudah menjadi pejabat pemerintahan, perwira polisi. Dari kalangan militer pun, baik itu dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU) maupun Angkatan Laut (AL), juga banyak yang berhasil. Ini belum seberapa, bila dibandingkan dengan orang susah yang dibantunya. Bantuan itu uang dia sendiri,” jelasnya.

Menurut Moses, uang yang sudah diberikan Olo Panggabean dalam bentuk bantuan, bila ditotal sudah tidak terhitung lagi. Dulu, istri pelawak Doyok pernah dibantu, sebelum meninggal. Selain itu, bayi kembar siam Anggi dan Anjeli asal Simalungun, yang menjalani operasi pemisahan di rumah sakit di Singapura, dengan biaya tidak sedikit.

Selain itu, Olo Panggabean juga pernah membiayai seluruh biaya perobatan gadis malang korban ala sum kuning, untuk dirujuk ke Rumah Sakit Gleneagles. Begitu juga dengan anak miskin yang disekolahkan Olo Panggabean, diperkirakan mencapi ribuan orang. Moses juga mengaku sebagai salah seorang yang sering dibantu almarhum.

“Sungguh luar biasa baiknya. Tidak ada sama sekali mengharapkan pamrih saat menolong orang. Dia sangat disenangi banyak orang, sahabat dari semua suku, agama maupun antargolongan. Setiap ada kegiatan sosial, baik itu yang dilakukan mahasiswa maupun organisasi, lembaga swadaya maupun kegiatan keagamaan, pasti dibantunya,” ia memaparkan.

Tokoh
Olo Panggabean dikenal sebagai seorang sosok tokoh yang sangat peduli dengan masyarakat. Selain disenangi kawan, dia juga disegani banyak lawan. Namanya begitu terkenal. Tidak hanya dikenal di Indonesia, nama Olo Panggabean juga tidak asing di mancanegara. Olo Panggabean menjadi legenda, mempunyai banyak peranan dalam menyatukan kebersamaan.


“Dia ini merupakan satu – satunya tokoh yang berhasil merangkul seluruh agama, sehingga tidak pernah terjadi perpecahan. Saya rasa, belum ada orang Batak yang bisa berbuat, terkecuali dirinya. Saya sudah sering ke luar negeri, nama beliau sering ditanyakan. Banyak orang hanya mengetahui nama, tapi tidak kenal wajah,” ungkap Djonggi Simorangkir, famili Olo Panggabean.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokad Indonesia (DPP Ikadin) Bagian Hak Asasi Manusia (HAM) ini, Olo Panggabean semasa hidupnya mempunyai kerpribadian yang unik. Selain sering membantu rakyat kecil, Olo juga mempunyai kebiasaan memberikan uang kepada orang yang sedang bernyanyi di tempat keramaian.

“Tidak tanggung – tanggung, uang diberikan dia kepada orang yang berani bernyanyi itu, mencapi jutaan rupiah. Ini hanya sekali bernyanyi saja. Kalangan artis pun banyak yang kecipratan rejeki dibuatnya, langsung datang bila diundang untuk tampil dalam suatu acara besar. Dia juga sahabat seluruh partai politik, tidak ada memilih – milih,” sebutnya.

Rahmad Shah, salah seorang tokoh di daerah ini, mengaku sangat terkejut saat mendapat kabar duka tersebut. Usai melayat di rumah duka, Rahmad yang juga pengusaha terkemuka di daerah ini, meneteskan air mata. Menurut dia, sudah cukup banyak peranan almarhum semasa hidupnya, apalagi dalam memajukan daerah ini.

“Begitu cepat dia pergi. Kita hanya bisa mendoakan, semoga almarhum diterima di sisiNya. Dia sudah cukup banyak berjasa, membantu semua orang sudah maupun pemerintah. Saya sendiri terpaksa untuk merelakan kepergiannya. Dia banyak meninggalkan kenangan – kenangan indah, yang penuh dengan kedamaian,” ujarnya.

Kiprah
Olo Panggabean diperhitungkan setelah keluar dari organisasi Pemuda Pancasila, saat itu di bawah naungan Effendi Nasution alias Pendi Keling, salah seorang tokoh Eksponen ‘66’. Tanggal 28 Agustus 1969, Olo Panggabean bersama sahabat dekatnya, Syamsul Samah mendirikan IPK. Masa mudanya itu, dia dikenal sebagai preman besar.

Wilayah kekuasannya di kawasan bisnis di Petisah. Dia juga sering dipergunakan oleh pihak tertentu sebagai debt collector. Sementara organisasi yang didirikan terus berkembang, sebagai bagian dari lanjutan Sentral Organisasi Buruh Pancasila (SOB Pancasila), di bawah naungan dari Koordinasi Ikatan – ikatan Pancasil (KODI), dan pendukung Penegak Amanat Rakyat Indonesia (Gakari).

Tidak lama kemudian, namanya dijadikan pengusaha sebagai sandaran dari berbagai gangguan. Organisasi tersebut kemudian mempunyai komitmen, sebagai penyalur aspirasi Partai Golkar. Seiring dengan perkembangan aman, Olo Panggabean semakin tenar. Sayangnya, apa yang dilakukan kontraversial dengan adanya tudingan miring. Tidak sedikit orang mengujinya, termasuk ingin mengadu kekuatan massa.

Selain itu, Olo Panggabean pernah dituding sebagai pengelola sebuah perjudian besar di Medan. Semasa Brigjen Pol Sutiono menjabat sebagai Kapolda Sumut, IPK pernah diminta untuk menghentikan praktik kegiatan judi. Tudingan itu membuat Moses Tambunan marah besar. Sebagai anak buah Olo Panggabean, Moses menantang Sutiono untuk dapat membuktikan ucapannya tersebut.

Persoalan ini diduga sebagai penyulut insiden di kawasan Petisah. Anggota brigade mobile (Brimob) terluka akibat penganiayaan sekelompok orang. Tidak merasa senang, korban yang terluka itu melaporkan kepada rekan – rekannya. Insiden ini menjadi penyebab persoalan, sekelompok oknum itu memberondong “Gedung Putih” dengan senjata api.

Setelah pergantian Sutiono, Kapolda Sumut kemudian dijabat oleh Irjen Sutanto, mantan Kapolri. Melalui surat, Olo dipanggil untuk datang. Ini masih seputar judi “Kim”, sebut kupon berhadiah uang di arena Medan Fair. Merasa tidak mempunyai masalah, Olo Panggabean mengutus wakilnya. Setelah Sutanto menjadi Kapolri, banyak orang menyebarkan isu, masalah perjudian dikaitkan dengan nama Olo Panggabean.

Bagi Olo, isu itu dianggap angin lalu. Namun, tetap saja ada pihak yang ingin memancing kemarahannya, semakin berjaya apalagi dirinya menjadi saudara angkat mantan Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayjen Tritamtomo Panggabean, abang dari Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Kini, isu tersebut sudah berlalu. Seluruh masyarakat menyatakan belasungkawa. Dan, Selamat Jalan Pak Ketua …

[Video] Bentrok Pemuda Pancasila dan Ikatan Pemuda Karya di Medan 1 Tewas 3 Kritis

Bentrok Pemuda Pancasila dan Ikatan Pemuda Karya di Medan pada hari Sabtu di Jalan Thamrin sampai dengan Jl. Brigjand Katamto, menurut keterangan dari warga dalam insiden itu 3 Kritis dan 1 Tewas. 

Berdasarkan informasi dari seorang warga yang enggan disebutkan namanya, bentrokan berawal dari adanya provokasi ketika salah satu kelompok OKP melintasi kawasan Jalan Thamrin.

Saat berada di lokasi kejadian, rombongan OKP yang melintas tersebut diserang. Hingga akhirnya kendaraan yang mereka gunakan hancur akibat lemparan batu serta hantaman besi.

“Tadi mereka katanya rombongan OKP dari Medan Timur mau datangi pelantikan di kawasan Jalan Pelajar Medan Denai. Sampai di Jalan Thamrin, diserang sama OKP lainnya,” ucap warga yang namanya enggan disebutkan.

Puluhan personil kepolisian telah turun ke lokasi untuk meredakan bentrokan. Hingga kini, kawasan Jalan Thamrin, Jalan Asia hingga Jalan Ani Idrus masih diduduki ratusan anggota OKP dengan menenteng berbagai senjata.

Menurut keterangan warga Sesekali kedengaran suara tembakan dan juga teriakan dari pada Pihak Ormas baik dari Pemuda Pancasila dan Ikatan Pemuda Karya untuk saling menyerang. 

Berikut Video Bentrok Antara Pemuda Pancasila dan Ikatan Pemuda Karya yang direkan oleh warga setempat.


Berikut ini Gambar Kerusakan akibat Bentrokan kedua OKP tersebut.








Friday, 29 January 2016

Angin Puting Beliung Hancurkan 100 Rumah di Tarutung [Taput]

Bupati Taput Turun langsung meninjau Korban Angin Puting Beliung di Tarutung.


Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Edward Tampubolon, SE usai kunjungan lapangan langsung turun kelokasi korban bencana puting beliung yang merusak rumah sekitar kurang lebih 100 rumah di Desa hutatoruan IV, Kelurahan Hutatoruan VII (Sumur), Desa Hutatoruan I dan kerugian ditaksir sekitar Rp 1 milyar, Jumat (29/1).

“Ini sangat tiba-tiba dan dalam sekejab angin puting beliung telah merusak lebih kurang 100 rumah penduduk dan mungkin akan menelan biaya sekitar 1 milyar. Saya langsung kunjungi dari rumah ke rumah yang mengalami kerusakan, baik kerusakan kecil maupun kerusakan parah. Kita juga langsung buka dapur umum bagi penduduk yang tidak bisa lagi menggunakan rumahnya untuk masak dan tidur, makanan telah di sediakan di dapur umum. Kita juga sudah turunkan anggota Satpol PP dan Berncana Alam untuk membantu masyarakat menata kembali kondisi rumah yang porak poranda,” ujar Bupati mengawali.

Selanjutnya bupati menyampaikan bahwa bencana ini telah menimbulkan banyak kerugian dan kita harus berindak langsung dan mengatasi secara langsung. Di samping seluruh SKPD saya suruh turun, kita juga tetap standby dan mengecek langsung Dinas Sosial yang telah mendirikan tenda dan membuka dapur umum. Saya terkejut, dalam hitungan menit angin puting beliung telah memporakporandakan ratusan rumah. Tapi Pemerintah harus tetap ada untuk masyarakat, makanya saya perintahkan seluruh SKPD turun dan melakukan apa yang bisa dilakukan membantu masyarakat. “Besok kita akan data semua kondisi rumah masyarakat dan jumlah kerugian yang dialami dan kita akan bantu semampu kita. Pemerintah akan mengerahkan bantuan yang bisa dilakukan,” ujar Bupati menambahkan.

Di tengah derasnya hujan, Bupati Taput dan seluruh SKPD mengunjungi seluruh korban dan menyapa serta menguatkan. Dengan basah kuyup Bupati tetap berjalan dari rumah ke rumah. “Jangan putus asa, kita harus tetap berjalan dan menjalani hidup kita. Keadaan ini harus tetap memberikan semangat dan kekuatan bagi kita untuk maju karena sampai saat ini kita masih memberi kesehatan. Mudah-mudahan bencana ini menjadi yang terakhir dan tidak ada bencana lagi. Kita rasakan bersama-sama dan kita atasi bersama-sama,” ujar Bupati sambil duduk bersama ditengah-tengah masyarakat korban bencana di lokasi Dapur Umum Pemkab Tapanuli Utara.

Berikut Foto-Foto Kerusakan Akibat Puting Beliung tersebut yang langsung di tinjau oleh Bupati Tarutung Nikson Nababan dan seluruh SKPD.













Wednesday, 27 January 2016

ISIS siapkan 16 Bom di Medan

ISIS lagi...ISIS lagi..... katanya "KAMI TIDAK TAKUT" tapi media-media HOAX dan pembohong supaya Koranya laku dengan judul-judul tulisan yang sungguh menarik sangat meresahkan... seolah-olah menakut-nakuti masyarakat, hal ini sangat di sayangkan.
Pun begitu para pembuat berita yang seharusnya memuat berita yang akurat dan akuntabel tidak berpikir jernih saat membuat judul berita tersebut, dan hal ini sebetulnya melanggar kode etik yang terkadang judul berita tidak sesuai dengan isinya.
Seperti salah satu Media Cetak Global Medan mencantumkan judul berita  "ISIS siapkan 16 Bom di Medan"..
yang menjadi pertanyaan adalah :
1. Darimana mereka tahu bahwa ISIS menyiapkan 16 BOM di Medan...???? 
2. Kalau memang benar ISIS menyiapkan 16 BOM di medan kenapa tidak di tangkap oleh POLISI..??? 
Cukup dengan 2 pertanyaan tersebut, saya rasa sesuai dengan judul berita "ISIS siapkan 16 Bom di Medan " ini tidak akan bisa di jawab oleh Penulis berita tersebut maupun Pihak Kepolisian.
jadi :
1 Berhentilah MENAKUT-NAKUTI Masyarakat.
2. Berhentilah untuk menuduh seseorang itu apalagi tidak ada bukti yang jelas.
3. Kalau Memang benar Polisi seharusnya langsung menangkap pelaku yang disebut "ISIS" tersebut. jangan hanya menakut-nakuti masyarakat saja. 
Hal ini saya dapat dari Media Sosial yang rame di perbincangkan. 

Tiga Warga Korea Pekerja PT. SOL Keroyok Marga Pakpahan di Pahae Tapanuli Utara


Tiga tenaga kerja asing (TKA) asal Korea, masing-masing CJH, YNS, dan LHH, diamankan polisi, Rabu (27/1). Ketiganya merupakan pekerja di PT Power Tech yang sebelumnya dilaporkan karena menganiaya Jimmi Maruli Tua Pakpahan (25).

Penganiayaan itu terjadi, Selasa (26/1) sekira pukul 22.00 WIB. Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, aksi itu dilakukan ketiganya di depan rumah kontrakan mereka yang tak jauh dari kediaman korban di Dusun Pakpahan, Desa Pardamean Nainggolan Kecamatan Pahae Jae. Saat itu korban melintas berjalan kaki dari depan rumah kontrakan warga Korea itu. Kemudian salah seorang dari mereka memanggil korban. Jimmi pun menuruti panggilan dan mendatangi rumah kontrakan berpagar itu. Di sana, korban bergabung dengan ketiganya yang diduga sedang minum minuman keras. Dalam percakapan malam itu, korban meminta untuk dipekerjakan di perusahaan di tempat warga Korea tersebut bekerja.

“Setelah kejadian penganiayaan itu saya datang ke lokasi. Saya tanya dia (korban) kenapa kau, dijawabnya dipukuli orang Korea itu. Terus saya lompati pagar rumah itu untuk menemui orang Korea itu, tapi mereka tak mau buka pintu rumahnya sebelum petugas keamanan datang. Sementara si Jimmi dibawa berobat. Kejadian itu pun diinformasikan ke Polsek,” kata Junior Panggabean, salah satu warga dusun itu menceritakan apa yang dilihatnya malam itu.

Setelah Kapolsek Pahae Jae tiba di lokasi, sempat dilakukan dialog dengan ketiga warga asing tersebut. Terungkap, diduga aksi penganiayaan itu diawali dari rasa ketersinggungan atas sikap korban kepada salah satu dari ketiganya.
Marihot Simamora/New Tapanuli n Salah seorag TKA asal Korea (kemeja putih) saat dipertemukan dengan warga Desa Pardamean Nainggolan, Pahae Jae di Polres Taput, Rabu (27/1)

“Menurut orang Korea itu, dia tersinggung karena si Jimmi menyenggol tangannya seperti ini. Lalu dia dipukuli,” ujar Junior sembari coba memeragakan dengan kedua tangannya.

Sementara Kapolsek Pahae Jae AKP T Panggabean menyebutkan, sesuai pengakuan singkat dari ketiga pekerja asal Korea itu bahwa awalnya korban datang sendiri ke rumah kontrakan mereka malam itu. Korban meminta agar diberikan pekerjaan. Namun kemudian terjadi kesalahpahaman di antara mereka hingga terjadi perkelahian.

Kapolsek membenarkan bahwa ketiga pekerja asal Korea itu bekerja untuk PT Power Tech, salah satu sub kontraktor PT Hyundai yang merupakan salah satu investor di PT SOL (Sarulla Operation Limited), perusahaan pembangkit listrik energi panas bumi di Luat Pahae, Taput.

Namun Kapolsek menyangkal jika disebutkan aksi ketiga pekerja asing itu di bawah pengaruh alkohol. “Saat kami tiba di lokasi malam itu, tidak ada didapati minuman keras. Petugas juga langsung mengamankan ketiga warga Korea itu ke Mapolres Taput malam itu juga. Jika tidak segera ditangani dikhawatirkan terjadi aksi anarkis balasan,” kata Kapolsek seraya menyebutkan kasus itu akan segera dilimpahkan ke Polres Taput.

Sedangkan Kapolres Taput AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing, Rabu (27/1) sore mengatakan, ketiga warga Korea itu masih dalam pemeriksaan.

Namun ia belum dapat memberikan keterangan resmi terkait kronologis dan motif perbuatan yang dapat dikenakan dengan pasal 170 junto 351 KUHPidana tentang penganiayaan secara bersama-sama itu.

“Korban saat ini sedang dimintai keterangan di Polsek Pahae Jae. Sementara ketiga terlapor diperiksa di Mapolres. Untuk sementara kami belum menyimpulkan kronologis dan motifnya secara mendetail, tunggu selesai pemeriksaan dulu ya. Kita ada kendala pemahaman bahasa atau butuh penerjemah, dan karena ketiganya warga negara asing maka perlu koordinasi dulu dengan pihak konsulat kedutaan Korea, mungkin yang ada di Medan,” jelas Baringbing.

Sementara itu adik korban, Gimel Pakpahan (20) bersama beberapa warga desa sempat mendatangi Mapolres Taput di Tarutung. Tujuannya untuk mengklarifikasi kebenaran tentang keberadaan ketiga warga Korea tersebut. Salah satu dari ketiganya sempat dipertemukan dengan mereka di ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang difasilitasi Kabag Ops Kompol T Marpaung. Dari foto yang ditunjukkan warga di handphone, akibat penganiayaan itu korban mengalami luka sobek dan lebam di bagian wajahnya. Korban sendiri diketahui masih lajang dan sehari-harinya bekerja serabutan.

Monday, 25 January 2016

Pejabat Universitas Sumatera Utara Korupsi Uang Kuliah Mahasiswa

Dua pejabat Universitas Sumatera Utara (USU), tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan uang kuliah di Program Magister Manajemen (MM) senilai Rp 6 miliar ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Senin petang (25/1/2016).


Keduanya masing-masing bernama Binca Wardani Lubis dan Desi Nurul Fitri. Setelah menjalani pemeriksaan sejak pagi, dan menjalani tes kesehatan di klinik kejaksaan, penyidik lalu menggelandang mereka ke di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan.


“Setelah dilakukan pemeriksaan dan untuk mempermudah proses penyidikan. Kita melakukan penahanan terhadap dua tersangka tersebut untuk 30 hari ke depan,” ungkap Kasidik Kejati Sumut, Novan Hadian.


Novan mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 dan 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.


“Kasus ini segera memasuki pemberkasan untuk secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan agar segera disidang,” tandasnya.


Dalam kasus ini, penyidik telah meminta keterangan Rektorat USU, Subag Tata Usaha Program Magister Manajemen (MM), sekrataris Program Magister Manajemen dan Direktur Pasca Sarjana.


Binca dan Desi diduga memalsukan bukti kwitansi pembayaran uang kuliah, sehingga mahasiswa yang telah membayarkan uang kuliah tetap bisa mengikuti ujian dengan bukti pembayaran palsu tersebut.


“Padahal sebenarnya uang kuliah yang dibayarkan mahasiswa itu tidak disetorkan kedua tersangka ke rektorat USU, biasanya melalui BNI dan Bank Mandiri,” kata Novan.


Menurut Novan, kasus ini bisa masuk kategori tindak pidana korupsi dikarenakan para mahasiswa masih bisa mengikuti ujian. Berbeda jika para mahasiswa tidak bisa mengikuti ujian, maka kasus tersebut akan masuk ke dalam tindak pidana umum, yakni penggelapan.


“Di sini praktiknya ada perbuatan untuk memperkaya diri sendiri dengan membuat kwitansi palsu. Kalau mahasiswa ini tidak bisa ujian, berarti uang kuliah yang dibayarkannya itu digelapkan. Tapi karena masih bisa ujian, makanya masuk tindak pidana korupsi,” tuturnya.


Namun, menurut Novan, yang menarik dari kasus ini adalah yang melaporkannya adalah Biro Rektor USU. “Begitu kita mendapatkan laporannya itu, Pak Kajati langsung perintahkan agar cepat ditindaklanjuti.


Tidak sampai seminggu setelah kita mendapatkan laporan itu, langsung ditemukan bukti-bukti bahwa kedua orang tersangka yang telah ditetapkan tersangka merupakan orang yang bertanggung jawab,” jelasnya.


Penyidik sendiri menyebutkan, dugaan korupsi ini telah berlangsung sejak 2011 hingga 2014. Untuk itu, penyidikan akan terus didalami dan telusuri untuk mengetahui siapa saja yang terlibat. “Kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 6 miliar,” jelas Novan. (herdiansyah talib).

Mau Dibawa Kemana Negara ini..????
 

Friday, 18 December 2015

Rantau Parapat | Saat Mengumandangkan Adzan Pengurus Masjid ini Di Gorok


Berikut salah satu Komentar Pengguna FACEBOOK AKBAR PAKPAHAN 

Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'uun...
Telah Syahid DARWIN NST, di RSUD Rantau Prapat. Korban penganiayaan di Rantau Prapat, Sumatera Utara. Beliau dianiaya karena mengundangkan azan di salah satu masjid, lantaran suara azan dianggap mengganggu tidur. Mari aminkan Doa ini ikhwan

Ya Allah gantikanlah kesakitan nya sebelum menghadap-Mu menjadi kenikmatan di syurga-Mu

Dia di bunuh karena meninggikan Asma-Mu dan asma rosul-Mu
Dia di bunuh hanya karena dia meyeru hamba hamba-Mu untuk bersimpuh sujud kepadaMu Aamiinsatu like dan share adalah doa dan kepedulian kitaMoga amal dan dan kabjikannya di terima oleh Allah Ta'ala dan moga si pelaku dapat hukuman yang berat dunia dan akhirat.

==========================================================

Seorang pengurus masjid sekarat digorok orang tak dikenal di dalam masjid Nurul Yakin Dusun Sumber Sari KM 28, Kepenghuluan Balam Sempurna, Inhil, Riau, Kamis (17/12). Hingga kini pelakunya masih belum teridentifikasi. Sementara korban terpaksa dilarikan di Rumah Sakit Rantau Parapat untuk mendapatkan perawatan atas luka serius.

Seperti dikutip dari Pekanbaru MX (Group JPNN), bahwa korban Darwin Lubis selaku Nazir Masjid ditemukan terkapar berlumuran darah di dalam masjid sekitar pukul 05.15 WIB, ketika warga baru saja usai menunaikan salat subuh.


Sontak saja hal ini membuat heboh jamaah yang menyaksikan tubuh Nazir Masjid itu terkulai tak berdaya. Warga sekitar langsung memberi pertolongan, menyelamatkan korban ke Klinik Claudia Bahtera Makmur untuk mendapatkan pertolongan medis.


Namun, akibat luka bacokan di sekitar bagian kepala yang mengalami luka serius, korban selanjutnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Rantau Prapat, Sumatera Utara (Sumut).


Kapolsek Bagansenembah Kompol Dody Harja Kusuma SH SIK MSi mengatakan, penganiayan tersebut dilakukan pelaku dengan cara menggorok leher korban dengan benda tajam dan pelaku masih dalam penyelidikan.

Pertama kami berita ini di publikasikan oleh seorang pengguna jejaring sosial facebook bernama : IDA LANGSA, berita ini pertama kali saya anggap HOAX karena Ida Langsa ini berdomisili di Aceh. Tapi setelah itu berita ini tersebar begitu cepat dan akahirnya terungkap bahwa ini adalah KENYATAAN dan Pelakunya adalah beragama KRISTEN... 













[






Saat Mengumandangkan Adzan Pengurus Masjid ini Di Gorok














Untuk Mengetahui Berita Selengkapnya Klik LINK di bawah ini

Rantau Parapat | Saat Mengumandangkan Adzan Pengurus Masjid ini Di Gorok

Ular Phiton Besar Di Tangkap Warga Diseret Pakai Sepeda Motor

Sungguh sangat pemberani pemuda ini berhasil menangkap Ular Phiton yang cukup besar, sangkin besarnya ular Phiton tersebut diseret menggunakan Sepeda Motor, biasanya para pemburu ular akan menjualnya kepada penadah yang nantinya kulit dari ular tersebut dijadikan berbagai macam hasil karya seperti Ikat Pinggang, Tas dll. 

Dang tidak jarang juga Dagingnya dapat di komsumsi bagi sebagian yang tidak merasa jijik dengan daging ular tersebut bahkan yang paling serunya adalah Daging ular sering dijadikan jadi TAMBUL untuk minum tuak bagi sebagian suku Batak. 

Berikut Video Warga yang Berhasil Menangkap Ular Phiton tersebut 


Thursday, 17 December 2015

Ular Sanca Besar Ditangkap Warga di Gorong-Gorong

Takut akan menganggu / memangsa hewan ternak warga, ketiga warga sepakat untuk menangkap ular sanca besar yang terlihat di gorong-gorong parit, Ular Sanca besar itu berusaha masuk kelobang, tapi sia-sia karena ketiga warga tersebut menarik hingga ular tersebut bisa keluar lalu dimasukkan kedalam karung..

Ketiga Warga ini memang sangat luar biasa dengan menggunakan tangan kosong mereka kompak mengeluarkan Ular Sanca tersebut tanpa melukainya sedikitpun. 

Ular Sanca memang banyak terdapat di Indonesia, karena makan yang begitu banyak seperti Tikus, Ayam, Katak dll, maka perkembangan Ular Sanca di Indonesi sangat cepat.

Berikut ini Aksi Para Warga yang Menangkap Ular Sanca Besar Tersebut. 

 





 


Oknum Polisi Pencuri Ternak Dihajar Warga Sampai Babak Belur

Siapa bilang Penegak Hukum itu taat pada Hukum..?? 
Polisi yang satu ini nekat mencuri Ternak, Nasip apes yang dialaminya ketika hendak mencuri ternak tersebut warga memergokinya sehingga amarah dan emosi warga tidak terbendung sehingga Polisi Tersebut menjadi bulan-bulanan warga sampai babak belur dan berdarah-darah dan minta ampun... 
Polisi Kok Nyolooonngg....
Berikut Videonya..





Wednesday, 16 December 2015

Kisah Nyata Bocah 6 tahun terkena Bakaran Minyak Solar Lampu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kisah Nyata Bocah 6 tahun terkena Bakaran Minyak Solar Lampu

Nama Ayah  : Marihot Hutagaol

Pekerjaan : Petani

Usia : 48 tahun

Nama Ibu : Tiomas br. Tamba (+)

Usia : 47 tahun

Nama Korban 1 : Reli Sucipta br. Hutagaol (14 tahun)

Nama Korban 2 : Hamjah Hutagaol (11 tahun)

Nama Korban 3 : Herti Hutagaol (6 tahun)

 

Kejadian ini terjadi pada 15 September 2014 lalu, Herti Hutagaol dan kedua saudaranya yang tinggal di Dusun Tangga Batu Desa Lae Haporas Kec. Siempat Nempu Hilir Kab. Dairi menjadi korban luka bakar minyak lampu solar.

 

Saat ini Herti hidup bersama Ayah dan saudaranya laki-laki dan perempuan. Ibu mereka telah meninggal dikarenakan penyakit Maag dan liver. Meninggal pada tanggal 5 Juli 2014.

 

Luka bakar itu disebabkan oleh minyak solar untuk lampu mereka di desa, Ayahnya sedang mengisi cairan minyak ke dalam botol lampu dan minyak terjatuh, dengan seketika api langsung menyambar 3 anak-anak yang berada didekat ayahnya. Api langsung menyerang wajah, tubuh, tangan, dan kaki korban. Hampir 80 % luka bakar terkena ditubuh si anak. 

 

Kakak dan abangnya yang menjadi korban sudah di rawat keluarga lain dan mengalami trauma berat bahkan mereka menolak untuk kembali ke kampung karena trauma yang begitu berat.

 

Sedangkan Herti tidak ada yang merawatnya dan keadaannya semakin memburuk dikarenakan tidak ada biaya untuk pengobatannya. Ayahnya tidak sanggup untuk membiayai pengobatannya karena untuk makan saja mereka sulit.

 

Orang-orang sekitarnya mengucilkan Herti dan takut bergaul dengannya. Selain luka bakar di wajahnya yang cukup parah, Herti juga mengalami luka yang serius infeksi di bagian tangan dan kepalanya karena kejadian tersebut dan bahkan belum ditanganin olek pihak medis.

 

Sejak kejadian itu mental Herti memburuk dan juga dikarenakan kurangnya perhatian keluarga apalagi ibunya telah tiada. Herti tidak dapat menikmati dunia sekolah.

 

Pada hari Rabu, 09 September 2015 kami membawa Herti untuk ditangani medis. Luka di tangannya masih dalam perawatan dan pihak dokter mengatakan bahwa Herti harus dalam pengontrolan dokter selama 1 minggu. Dan untuk luka bakar di wajahnya, dokter menyarankan untuk operasi plastik dan biayanya cukup besar. 

 

Kami memohon dukungan dari teman-teman semua baik finansial maupun doa. Mari kita sama-sama berjuang untuk masa depan gadis kecil ini. Haruskah masa depannya berhenti sampai disini?

 

Bagi teman-teman yang ingin membantu untuk operasi luka bakar Herti Hutagaol bisa langsung ke rekening BANK BNI saya atas nama FARISA, nomor rekening : 0266473587 atau bisa menghubungi nomor saya di 081370293809.

 

Terima kasih bagi yang sudah berdonasi, segera mungkin saya mengupload donasi yang sudah masuk. Tuhan memberkati.